Anak Yatim Bungsu Dari 9 Bersaudara Ini Buktikan Bahwa Perempuan Layak di Ruang Mesin Kapal

SORONG, PBD – Lily Gloria, Putri bungsu dari 9 bersaudara pasangan Yosepina Tatiori dan almarhum Johanes Kilmas Kossu menarik perhatian karena menjadi satu-satunya perempuan lulusan teknik permesinan kapal pada Wisuda ke IX Politeknik Pelayaran Sorong, di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (7/11/23).

Berlinangan air mata, Gloria memeluk erat Ibundanya saat moment ucapan selamat dari pihak keluarga kepada wisudawan. Tidak datang sendiri, Mama Yosepina ditemani kakak-kakak Gloria saat mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih putri bungsunya.
Tak ada kata yang terucap dari mulut Mama Yosepina, tapi pancaran matanya menggambarkan betapa bahagianya dia dapat melihat putri bungsunya meraih cita-cita yang diimpikan.

Gloria ditemui usai prosesi wisuda mengaku bahwa Ia tertarik di permesinan sejak duduk dibangku sekolah, Meski berjenis kelamin perempuan, Ia tak rendah diri harus berjuang dan bersaing dengan teman-teman seangkatannya.

Ia pun mengisahkan bahwa semenjak ditinggal sang Ayah, Ia dan delapan bersaudaranya harus bergantung kepada mamanya sebagai Ibu rumah tangga. Kakak-kakaknya pun harus mengalah tidak mengenyam bangku kuliah demi membantu keluarga.

“Saya bersyukur menjadi anak terakhir yang dapat kasih sayang begitu besar dari Mama dan kakak-kakak Saya. Karena tanpa Bapak Saya bisa buktikan bahwa sampai hari ini Saya bisa sukses berkat kasih sayang Tuhan, kasih sayang Mama dan kakak-kakak Saya. Oleh karena itu, habis ini Saya tidak mau berdiam diri dan sudah ada tawaran untuk bekerja di salah satu kapal Kargo,” ujar Gloria.

Ia pun tidak khawatir, saat bekerja diatas kapal di bagian mesin, karena selama praktek diatas kapal Sabuk Nusantara 112 Ia tidak menemukan kendala dan hambatan dalam melaksanakan tugasnya sebagai kru mesin kapal.

Ia berharap ilmu yang diperoleh selama belajar di Politeknik Pelayaran Sorong dapat diimplementasikan di dunia kerja dan menjadi saluran berkat bagi keluarga dan orang banyak.

Sementara itu, salah satu wisudawan lainnya, Deril Maturbongs yang sebelumnya mengambil jurusan Manajemen transportasi laut dan mantan president english comitt Poltek Pelayaran Sorong, merasa bahagia karena orang tua dan keluarganya bisa datang jauh-jauh dari Maluku untuk menemani momen bahagianya.

Ia mengaku setelah diwisuda akan kembali ke Maluku sambil mencari peluang kerja yang sudah ada maupun mencoba peruntungan di perusahaan pelayaran lainnya, baik diatas laut maupun didarat.

“Saya bangga sekali bisa menjadi bagian dari Politeknik Pelayaran Sorong. Tidak mudah bisa masuk disini dan tidak mudah beradaptasi belajar disini. Ini adalah salah satu kampus terbaik di wilayah Timur Indonesia yang membentuk jiwa kedisiplinan, kemandirian dan petarung unggul yang siap mengarungi tujuh samudera,” sebut anak ke 2 dari 4 bersaudara ini.

Ia pun berpesan kepada junior-juniornya untuk tetap semangat menempuh masa studi dan membuat banga diri sendiri juga keluarga. (oke)

___

Komentar