Ada Senyuman Disetiap Musibah, Kaka Jo dan Rekan Hibur Anak Kampung Saga

SORONG, – Semua warga Kota Sorong menjadi terdampak banjir yang dialami Kota Sorong belum lama ini. Salah satunya yang dialami warga termasuk puluhan anak di Kampung Saga, Kilomere 9,5 Kelurahan Sawagumu Distrik Sorong Utara, Kota Sorong, Papua Barat.

Salah satu aktivis perempuan, Johana Kamesrar yang berkolaborasi dengan Pusat Studi Pengkajian Perempuan dan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan (PSP3EK) dan Jaringan Kerjasama Pelayanan Antar Lembaga Kristen (JKLPK) Region Papua Barat melakukan misi kemanusiaan di kampung tersebut.

___

“Hari ini saya bersyukur di bantu 2 teman rasa saudara perempuan Rani dan Susi, 5 jam kami berada disana kampung Saga untuk memberikan trauma healing dari mereka semua 35 KK tapi terlebih khusus saya fokus pada Kelompok Anak – anak sehingga kamipun nenggambil tema ada senyuman ditengah badai atau bencana,” ujar Jo sapaan akrab Johana Kamesrar.

Adapun kegiatan yang dilakukan diantaranya, doa dan menyanyi bersama untuk belajar bersyukur kepada Tuhan, Mewarnai bermacam gambar untuk belajar berinovasi dan kreatif. Mengisi Paku dalam botol untuk belajar konsentrasi. Mengoper bola melalui tangan melewati Kepala dan dikembalikan lagi melalui 2 kaki yang terbuka untuk melatih kecepatan otak.

“Ada juga bercerita kembali apa yang dialami semasa mengalami banjir usai bermain, aagr mereka bersyukur bahwa usai mendapatkan bencana mereka masih disayang sama Tuhan masih diberikan nafas kehidupan dapat bermain dengan penuh suka cita. Kemudian dilanjutkan dengan berdoa penutup dan makan kacang hijau bersama,” ujar Jo.

Ia pun bersyukur bahwa dalam pelaksanaan traumatic healing yang dilakukan pada Selasa (30/9/22) itu semua dapat berjalan dengan lancar. Padahal saat itu, akses jalan menuju kampung Saga ditutup karena ada pengerukan kali.

Jo mengatakan bahwa Kampung Saga ini akan menjadi kampung binaan kolaborasi organisasi PSP3EK dan JKLPK, dimana kedepannya sudah ada permintaan dari anak-anak setempat untuk nantinya ada permainan lain seperti tarik tambang, kuis, belajar matematika dan bahasa inggris.

“Saya bilang ke mama-mama donk saya tidak bawa sembako tapi saya cuma berikan apa yang saya punya baik itu dari kekurangan maupun kelebihan. Saya hanya bisa membantu menyelamatkan generasi Papua ini. Mama donk saya tidak punya cukup kekuatan untuk bantu mama donk dan keluarga tapi saya Percaya TUHAN yang punya hidup dan kehidupan ini pasti mengantarkan saya kembali disini semoga bisa tiap minggu,” tulisnya dalam rilis yang dikirim ke redaksi. (**/Oke)

 

___ ___

Komentar